Rabu, 31 Desember 2014

Gerimis Desember



Gerimis hujan Desember mengalun syahdu ditengah gejolak hati. Antara ego diri yang terus menuntut dengan keadaan yang memang tak bisa menjadi nyata. Tetes air hujan seakan
menjadi saksi yang hanya membisu. Asyik dengan gemercik. Mencoba menghibur diri dengan "seolah-olah semua baik" tapi tak semudah yang dikata tetap saja membohongi diri sendiri itu...... kita yang ngomong dan kita sendiri yang rasain. Sulit.

Kamu memang sempat menghiburku dalam luka, membahagiakanku membuatku suka, meski singkat dan akhirnya kamu goreskan luka yang baru.

Aku pernah mengandai-andai andaikan waktu bisa diulang kembali, mungkin semua orang pun begitu...... ingin mengulang hal yang manis terjadi kembali, tapi ini hidup, jarum jam terus berdetak mengikuti detik-detik yang telah berlalu dan tak mungkin pernah kembali lagi.

Rintik hujan di penghujung bulan Desember ini seakan enggan berhenti, menemani disaat aku rindu waktu dulu.... meski singkat, dan kini hanya cerita. Cerita yang mungkin akan hilang ditelan waktu dan keadaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar